31 Desember 2011

I wish you're mine......

Diam di pantai ini, memandang birunya lautan lepas memberiku keteduhan dan kedamaian . Di ujung sana, laut seolah berbatas langit. Sebuah garis yang tegas. Seolah mengisyaratkan bahwa laut dan langit tak kan pernah bisa menyatu. Namun dalam  pandangan mata, mereka tetap selalu menyatu. Bersama seiring sejalan. Kebersamaan, persatuan yang semu. Tapi tetap indah dipandang mata. 
Ombak kecil menyentuh jari-jari kakiku. Sejuknya menjalar ke seluruh tubuh. Ombak yang setia mengunjungi pantaiku. Datang dan pergi, tapi dia pasti akan kembali. Kunikmati saat gelombang ombak terpecah menjadi buih-buih putih. Indah sekali.
Hembusan angin yang lembut menyapu wajahku. Kadang semilir, kadang terasa kencang. Namun terpaannya membawa sensasi keharuman laut yang menyegarkan.
Pantai ini selalu mampu membuatku diam berlama-lama untuk menikmatinya.


Pikirku menerawang jauh. Terbang mengikuti burung-burung yang terbang lepas di langit. 
Seolah melambungkan anganku terbang bersama mereka.
Di sini, sampai detik  ini aku masih selalu mengingat dirinya.
Dia yang pernah datang mengisi kehampaan di ruang hatiku.
Bak ombak yang menyapu kaki. Dia datang menghampiri, memberiku kesejukan untuk kemudian pergi meninggalkanku, kembali ke lautan lepas.

29 Desember 2011

Bersepeda yuk!

Bermain sepeda salah satu kesukaanku sejak kecil. Masih kuingat saat aku mulai belajar mengendarainya. Masih kuingat juga berkali-kali aku jatuh karena kehilangan keseimbangan, saat kedua roda kecil di samping kiri kanan sepedaku dilepas. Sampai akhirnya aku mampu mengendarainya dengan nyaman, dan mulailah berani menjelajah lingkungan di sekitar rumah tempat tinggal kami saat itu.
Sepeda buat anak-anak adalah mainan yang mengasyikan, sementara buat orang dewasa, bersepeda bisa menjadi hobi dan juga sebagai sarana untuk berolahraga. Tak jarang pula orang yang mengunakan sepeda sebagai alat transportasinya sehari-hari. Tak heran jika sepeda tetap lesatri dan tetap digunakan hingga saat ini. Jika anda berjalan-jalan ke taman di hari libur atau berjalanlah di sekitar rumah anda, pastilah akan anda temui orang bersepeda. Entah itu anak-anak kecil yang kadang disuapi makan sambil dituntun sepedanya, atau mungkin anak-anak yang memang bermain sepeda, atau bahkan pedagang keliling yang menjajakan jualannya dengan bersepeda. Pemandangan yang umum kita temui.


Dan kini, aktifitas bersepeda juga menjadi agenda rutin di setiap akhir pekan buatku. Aktifitas yang sudah berlangsung hampir 2 tahun belakangan ini. Lumayan untuk sekedar refreshing dan sedikit berolah raga setelah selama sepekan menjalani rutinitas yang cukup melelahkan. Kebetulan tempat tinggalku saat ini dekat dengan kampus Universitas Indonesia. Ke sanalah biasanya tempat tujuanku. Tempat yang nyaman dan asri, dengan pepohonan yang rimbun di mana-mana sehingga udara di sana pun terasa sejuk dan segar. Tak heran bila di akhir pekan di lingkungan UI banyak masyarakat yang berolahraga. Tak ketinggalan masyarakat yang gemar bersepeda pun banyak yang menyalurkan hobiunya di sana. Pihak UI sendiri memang menyediakan fasilitas bagi pengguna sepeda. Jalur-jalur khusus sepeda dibangun mengelilingi lingkungan UI dan melintasi taman-taman UI yang ditumbuhi pepohonan rindang. Bagi para mahasiswa, dosen maupun seleruh pegawai UI bahkan disediakan sepeda-sepeda khusus yang dapat digunakan di lingkungan kampus dengan cuma-cuma. Cukup dengan memperlihatkan kartu identitas mereka sudah dapat menggunakannya. Tempat parkir khusus untuk sepeda-sepeda ini pun telah disediakan, hingga apabila sudah tidak digunakan cukup diparkir di tempat tujuan yang sudah disediakan tersebut, dan nantinya akan ada petugas yang mengumpulkan kembali sepeda-sepeda itu.

25 Desember 2011

Surprise

"Maafkan, jika saat ulang tahun kita, 
atau saat ulang tahunmu 
aku tak memberimu sebuah bingkisan, 
bukan karena aku lupa, 
tapi karena kesempatan & kendala yang ada, 
mungkin hanya ucapan kata tidaklah terlalu berarti. 
Andai aku mampu, 
 walau engkau mengajakku untuk pergi kebulan, 
pasti akan aku lakukan..."

Aku tertegun dan terharu. Benar-benar terharu. Di tanganku kugenggam erat sebuah bingkisan cantik. Hari ini bukan hari ulang tahunku, bukan pula hari jadi pertemuan kami. Kutatap matanya dalam-dalam. Kutemukan ketulusan di sana. Kata-katanya membuatku terkejut dan aku tak pernah menduga dia akan mengatakannya.Mungkin bagi sebagian besar orang bukan suatu yang aneh, hanya kata-kata yang biasa. Tapi tidak buatku. Walau aku tahu terdengar sedikit gombal, tapi ternyata aku menyukai untuk sesekali digombalin.
Lima belas tahun hidup bersamanya, bukan waktu yang sebentar untuk mengenal dirinya. Saat-saat seperti ini sudah sekian lama kuimpikan. Dari awal pertemuan kami sampai akhirnya keputusan untuk saling mengikat janji memang kami jalani dalam jarak waktu yang tidak terlalu lama. Itulah makanya kami belajar untuk saling mengenal satu sama lain lebih jauh justru setelah kami menikah. Pacaran sesungguhnya yang kami jalani adalah setelah kami syah sebagai suami istri. Bukan hal yang mudah untuk menyatukan dua pribadi yang berbeda. Apalagi kami berasal dari daerah dan budaya yang jauh berbeda. Banyak sifat, kebiasaan yang selama ini terbiasa bagiku, mungkin buat dirinya adalah sesuatu yang tidak biasa. Begitupun sebaliknya. 

22 Desember 2011

Hari Ibu




Berbicara mengenai Hari Ibu, yang terlintas di benak kita tentunya peran & jasa-jasa ibu bagi anak-anaknya dan keluarga serta peran para wanita lainnya pada umumnya. Jasa dan kasih sayang ibu itu sudah pasti tak terhingga. Namun bagi segolongan orang, Hari Ibu juga dianggap sebagai momen untuk menunjukkan kemampuan para wanita berkiprah di dunia kerja, serta kiprah mereka dalam keluarga. Memang tak ada salahnya di balik tuntutan keinginan hidup yang layak serta keinginan memberikan kontribusi kepada masyarakat akan ilmu yang dimilikinya, para wanita, istri dan para ibu turut serta berkiprah di masyarakat. Hanya saja, menurut saya, batasan-batasan untuk berkiprah itu tetaplah harus ada dan dipatuhi. Namun bagi kaum feminis, kesetaraan gender menjadi topik yang memang harus diperjuangkan. Yah, berbeda pendapat itu pun juga hal yang biasa, asalkan masing-masing tetap bertanggung jawab atas pilihannya.
Bertepatan dengan hari ini, yang terlintas di benak saya saat ini bukan hanya bagaimana jasa-jasa ibu buat kita. Itu sih sudah pasti dan tak perlu diperdebatkan lagi. Yang terpikirkan di benak saya justru cerita-cerita, pengalaman dari berbagai sumber tentang para ibu yang saat ini berperan ganda. Ya sebagai istri, ibu dari anak-anaknya dan juga sebagai seorang yang bekerja di luar rumah. Entah itu untuk turut mencari nafkah ataukah hanya sekedar hobi menyalurkan keinginan untuk dapat berekspresi di masyarakat. 


Ketika saya bertugas di Jawa Timur, ada cerita seorang kawan yang sampai saat ini masih saya ingat dan benar-benar saya ambil pelajaran dari pengalamannya. Tersebutlah kawan saya itu sebagai seorang istri pejabat di salah satu BUMN terkemuka. Beliau mempunyai 3 orang putra yang jaraknya satu sama lain tidak terpaut jauh. Hari-hari kegiatannya selalu penuh dengan acara. Di samping beliau sebagai pegawai, beliau pun tak jarang harus mengikuti & menjadi pelaksana acara dari kegiatan-kegiatan "sampingan" di kantor suaminya.

30 November 2011

Sepenuh Kasih


Seolah hati diombang-ambing dua samudra
Untuk terus atau bertahan pada ketetapan yang awal
Tidak tahu pasti apa yang sebetulnya diinginkan oleh hati ini
Walau mungkin hati ini punya jawabnya sendiri
Sama tidak tahunya apa yang sebenarnya sedang terjadi
Walau mungkin diri ini punya caranya  sendiri untuk mengerti
Seolah sedetik waktu kehilangan ukuranya untuk melaju
Seperti anak panah yang kehilangan arah
Tidak tahu kemana titik sasaran yang harus dituju

Entahlah…
Begitu banyak rasa bercampur di dada
Apakah harus memilih?
Walau aku ingin menyatukanya dalam satu rasa yang indah

Ya Rabbi
Engkaulah yang mengizinkan bunga-bunga bermekaran begitu indahnya
Yang mengizinkan  sungai-sungai menemukan tempat bemuaranya
Yang menjadikan bumi beratap bulan dan bintang-bintang nan menawan

Ya Rabbi
Engkaulah Kuasa
Yang tidak akan pernah luput sekecil apapun dari kuasa-Mu
Hanya kepada-Mu aku tautkan segala kemungkinan
Kepada-Mu aku gantungkan semua harapan
Hanya kepada-Mu aku berlindung dari segala rasa
Hanya kepada-Mu ya Allah aku memohon
Izinkan tempat yang paling indah untuk hatiku bermuara
Hanya kepada-Mu ya Allah
Sepenuh cinta
Sepenuh kasih

Ketika kehidupan tidak cukup bermurah hati mewujudkan mimpi, kita tambatkan harapan kepada sumber segala harapan; Allah!
Ketika engkau terasa sempit memandang dunia, maka pandanglah langit yang luasnya tanpa garis tepian…
Tidak akan jatuh daun dari rantingnya, kecuali Allah telah menetapkan urusannya…
Semarang, 26 September 2011
Salleum Sami
www.dakwatuna.com



26 November 2011

Labirin Waktu

Dalam gelapnya malam aku berjalan. Berjalan dan terus berjalan. Sendiri menapaki jalan yang tak tentu arah. Tak ada kata lelah, karena sungguh lelahku telah habis terbuang.
Hingga kemudian samar-samar mulai tampak sinar rembulan. Walau tampak pucat, sinarnya cukup memberiku terang untuk sekedar menampakkan sekelilingku. Aku terus berjalan. Kali ini dalam siraman sinar rembulan yang semakin terang. Sinar yang menampakkan aura kecantikan sang rembulan. Jalanku kini terlihat jelas. Rembulan cantik menghantarkanku melihat jalan dihadapanku.

Aku tertegun. Sejenak langkahku terhenti. Di sini, di tempat ini, aku mengenali sesuatu, seperti jalan yang pernah ku lalui, dulu di masa yang telah lalu. Entah kapan, mungkin belasan tahun silam. Perlahan mataku menyapu sekeliling. Sejurus kemudian aku tersentak. Ya, masa ini adalah masa yang pernah aku lalui. Masa yang penuh dengan berbagai rasa. Tapi saat ini, di sini, aku seolah diberi pilihan akan masa yang akan kulalui selanjutnya.


22 September 2011

Tanpa Judul

Taman kecilku dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah, 
kuncupnya bermekaran seiring waktu yang berjalan. 
Segenap kemampuan telah kucurahkan 
agar bunganya tetap bermekaran, 
tumbuh dan berkembang, 
memberikan keindahan, 
menampakan kecantikannya. 
Kumbang-kumbang yang setia datang 
kupu-kupu yang senantiasa terbang mengitarinya 
membuat suasana tamanku begitu semarak 
begitu menyejukan hati. 


Namun, 
ketika badai itu datang perlahan, 
taman kecilku mulai tersaput kabut 
bunga-bungaku yang semula begitu indah 
kuncupnya tak lagi mekar 
warna warni indah mulai menghilang 
tampak pucat 
pudar 
hilang semarak 
yang ada hanya kesunyian...

30 Agustus 2011

PRIA JUGA MENANGIS

Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering "menangis"
Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya.
Itulah mengapa Allah menyebutkan pada pria terdapat dua
kali lipat akal seorang wanita,
Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya.
Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Allah,
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga,
Menjadi pengawal bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.
Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya,
Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.
Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya,
Pria "menangis" dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan.
Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya,
Pria "menangis" dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam.


29 Agustus 2011

Lebaran & Mudik.....


Saat lebaran adalah saat-saat berkumpulnya seluruh keluarga. Tak heran bila kemudian fenomena mudik lebaran menjadi sesuatu yang khas setiap tahun. Kejadian yang bisa dianggap kejadian luar biasa ini mungkin jauh lebih heboh terjadi di negeri ini.
Di saat mendekati masa lebaran, segala jenis angkutan transportasi dikerahkan bahkan pemerintah maupun pihak-pihak yang berkompeten dalam urusan transportasi melakukan penambahan di sana-sini, baik dari segi penambahan armadanya, tambahan jadwal keberangkatan, tambahan terminal/tempat pemberangkatan sampai penambahan harga tiket (tentunya) dari hari biasanya. Semua jajaran ikut sibuk mempersiapkan dan menghadapi masa-masa mudik lebaran.

Tak terkecuali para pelaku mudik lebaran. Tengoklah bagaimana orang-orang, sebagian besar adalah para perantau, mempersiapkan diri untuk mudik. Mulai dari memastikan diri mendapat tiket angkutan, atau mempersiapkan kendaraan yang akan dipakai sampai membeli buah tangan untuk sanak saudara di kampung. Tak ketinggalan pula persiapan untuk dapat tampil maksimal dihadapan orang-orang di kampung. Tak heran bila persiapan untuk mudik ini telah dipersiapkan bahkan bagi sebagian orang persiapan mudik sudah dilakukan sejak awal memasuki bulan Ramadhan.