31 Desember 2011

I wish you're mine......

Diam di pantai ini, memandang birunya lautan lepas memberiku keteduhan dan kedamaian . Di ujung sana, laut seolah berbatas langit. Sebuah garis yang tegas. Seolah mengisyaratkan bahwa laut dan langit tak kan pernah bisa menyatu. Namun dalam  pandangan mata, mereka tetap selalu menyatu. Bersama seiring sejalan. Kebersamaan, persatuan yang semu. Tapi tetap indah dipandang mata. 
Ombak kecil menyentuh jari-jari kakiku. Sejuknya menjalar ke seluruh tubuh. Ombak yang setia mengunjungi pantaiku. Datang dan pergi, tapi dia pasti akan kembali. Kunikmati saat gelombang ombak terpecah menjadi buih-buih putih. Indah sekali.
Hembusan angin yang lembut menyapu wajahku. Kadang semilir, kadang terasa kencang. Namun terpaannya membawa sensasi keharuman laut yang menyegarkan.
Pantai ini selalu mampu membuatku diam berlama-lama untuk menikmatinya.


Pikirku menerawang jauh. Terbang mengikuti burung-burung yang terbang lepas di langit. 
Seolah melambungkan anganku terbang bersama mereka.
Di sini, sampai detik  ini aku masih selalu mengingat dirinya.
Dia yang pernah datang mengisi kehampaan di ruang hatiku.
Bak ombak yang menyapu kaki. Dia datang menghampiri, memberiku kesejukan untuk kemudian pergi meninggalkanku, kembali ke lautan lepas.


Aku tak tahu kenapa aku masih membiarkan anganku terkurung di benaku.
Aku tahu seharusnya anganku kubuang jauh-jauh, dan  kubiarkan dia hanyut terbawa ombak.
Namun semua tentangnya selalu membuatku terpenjara. Sorot matanya membuatku tak berdaya. Canda tawanya memenuhi hati dan jiwaku dengan rasa bahagia. Dia menjadikanku seseorang. Seseorang dengan keberadaanku. Ceritanya selalu kunanti. Berbagai hal terucap dari mulutnya, seolah menggambarkan isi hati yang selama ini terpendam di hatinya. Cerita yang membuatku mengerti tentangnya.
Namun, dia hanya hadir sesaat. Seseorang yang mengaku lebih memilikinya, telah membawanya pergi jauh dariku.
Aku tak tahu  apakah dia mampu mengerti tentang rasaku. Hanya saja kepergiannya telah menorehkan luka yang teramat dalam, seolah separuh jiwaku telah direnggut.
Aku hanya bisa terdiam. Memandanginya pergi perlahan. Pergi menjauh dari hidupku. 
Aku tahu aku harus melepasnya. Namun, jauh di relung hatiku, tak sedikitpun ada inginku untuk melepasnya.
Sungguh hatiku telah tertambat padanya. Aku telah jatuh cinta. 
Betapa kuingin mencurahkan cintaku hanya untuknya, cinta yang mungkin tak dia dapatkan di sana.



Aku dan dia, seperti laut dan langit
tak akan pernah bisa bersatu
hanya bertemu saat  di ujung pandangan
kebersamaan yang semu.
Anganku tinggallah angan.
dan aku tak kuasa untuk mewujudkannya
untuk dapat menjadikannya  nyata di hidupku....

******@@@*******



Sobat, semoga tulisanku ini juga mewakili isi hatimu.
Mungkin dia, mereka, tak hadir melalui rahimmu, tapi yakinlah di hatinya & di hati mereka ada dirimu. Karena dirimu telah membuat mereka  "menjadi sempurna" seperti yang lainnya di dunia luar sana. 
Ketulusan & kelembutanmu telah memenuhi sudut ruang hatinya. Pandanglah apa yang mereka tuliskan untukmu, sebuah tulisan yang indah, "You are an angel....."
(untuk sahabat, "pendamping" pada klinik penanganan anak-anak autis & keterbelakangan mental)

Tidak ada komentar: