Oleh : Prof. Iwan Darmansjah
Artikel pendek ini menjelaskan bagaimana Anda bisa mengatasi panas-batuk-pilek anak Anda berkepanjangan, dengan menghilangkan kepercayaan terhadap antibiotika yang lebih banyak menimbulkan masalah daripada manfaat dalam mengobati FLU.
Seorang bayi seharusnya jarang sakit, karena masih ditopang imunitas tinggi sewaktu dikandung atau menyusu ibunya. Penyakit sehari-hari seperti flu (yang ditandai panas-batuk-pilek), penyakit virus lain, atau bahkan infeksi kuman dapat ditolaknya. Sejak lama fakta ini telah disadari. Coba saja, bila bayi Anda tinggal serumah dengan seorang penderita campak, maka biasanya ia tidak akan gampang tertular.
Namun nyatanya, banyak anak dan bayi menjadi pelanggan dokter setiap 2 - 3 minggu karena penyakit yang sama: bolak-balik demam, batuk, dan pilek. Tentu banyak orang tua bosan. Mereka menggugat, "Mengapa ini harus terjadi, sedangkan semua kebutuhan anak saya telah dicukupi?"
27 Maret 2009
23 Maret 2009
Sepenggal cerita disaat cuti
Awal bulan ini saya terpaksa ngambil jatah cuti tahun ini. Gara-garanya si mbak yang biasa nemenin anak-anak di rumah pulang kampung, dan akhirnya pamit nggak balik kerja lagi. Katanya sih karena usaha ibunya yang mulai berkembang jadi perlu ada yang membantunya. Ya apa boleh buatlah... Kembali saya & suami dibuat pusing. Masalah klasik buat suami-istri yang sama-sama kerja, begitu kata teman di kantor. But, life must go on! Kami mulai lagi mencari orang yang mampu dan dapat dipercaya untuk nemenin anak-anak saat ditinggal ayah bundanya kerja.
Sementara belum dapat pengganti, sengaja saya cuti untuk menemani anak-anak sementara waktu. Tahu reaksi mereka? Si kecil Mirza tambah lengket, apapun harus bundanya yang ngerjakan dan bantuin dia. Shafira malah kegirangan, "Asyik...asyik... Kita pulang sekolah nanti, bunda ada di rumah!" Bahkan dengan entengnya dia berkata, "Bunda, mendingan kita gak usah punya mbak aja ya... Biar bunda di rumah terus." Deg, ada sesuatu perasaan yang bikin saya terhenyak. Mungkinkah selama ini saya kurang memperhatikan mereka? Di sisi lain ada keharuan yang menyergap hati, ternyata walaupun setiap hari mereka ditinggal ke kantor seharian, mereka masih tetap menempatkan bundanya di hati mereka (alhamdulillah....)
Sementara belum dapat pengganti, sengaja saya cuti untuk menemani anak-anak sementara waktu. Tahu reaksi mereka? Si kecil Mirza tambah lengket, apapun harus bundanya yang ngerjakan dan bantuin dia. Shafira malah kegirangan, "Asyik...asyik... Kita pulang sekolah nanti, bunda ada di rumah!" Bahkan dengan entengnya dia berkata, "Bunda, mendingan kita gak usah punya mbak aja ya... Biar bunda di rumah terus." Deg, ada sesuatu perasaan yang bikin saya terhenyak. Mungkinkah selama ini saya kurang memperhatikan mereka? Di sisi lain ada keharuan yang menyergap hati, ternyata walaupun setiap hari mereka ditinggal ke kantor seharian, mereka masih tetap menempatkan bundanya di hati mereka (alhamdulillah....)
17 Februari 2009
Aya-aya wae....
Ini hanyalah obrolan santai, cerita-ceritaan aja biar nggak mbosenin. Maklumlah hidup sekarang sudah susah, apa-apa perlu perjuangan, jadi iseng-iseng aja nih....
Cerita 1
Ada sebuah kantor yang dipenuhi oleh anggota yang berasal dari berbagai suku di Indonesia. Ya, di kantor tersebut memang tempat berkumpulnya komunitas pengelana, pelancong, pengembara atau apalah namanya. Yang pasti mereka ada di situ salah satunya karena tuntutan hidup alias cari nafkahlah....
Suatu saat, atas nama kemajuan teknologi biar nggak dianggap kantor yang menganut aliran jadul, sang pemimpin membuat terobosan baru dengan memberlakukan absensi pegawainya dengan menggunakan mesin. Katanya sih nama kerennya mah hand's key. Mungkin sang pemimpin sudah muyek untuk mendisiplinkan pegawai yang suka pada ngeluyur, kadang-kadang jadi bangsawan (bangsane teko awan) atau yang suka pura-pura lupa absen pulang (karena sudah terlanjur ngibrit duluan..)
Cerita 1
Ada sebuah kantor yang dipenuhi oleh anggota yang berasal dari berbagai suku di Indonesia. Ya, di kantor tersebut memang tempat berkumpulnya komunitas pengelana, pelancong, pengembara atau apalah namanya. Yang pasti mereka ada di situ salah satunya karena tuntutan hidup alias cari nafkahlah....
Suatu saat, atas nama kemajuan teknologi biar nggak dianggap kantor yang menganut aliran jadul, sang pemimpin membuat terobosan baru dengan memberlakukan absensi pegawainya dengan menggunakan mesin. Katanya sih nama kerennya mah hand's key. Mungkin sang pemimpin sudah muyek untuk mendisiplinkan pegawai yang suka pada ngeluyur, kadang-kadang jadi bangsawan (bangsane teko awan) atau yang suka pura-pura lupa absen pulang (karena sudah terlanjur ngibrit duluan..)
16 Februari 2009
Bunda Bangga Padamu, Nak...
Hari ini adalah hari ulang tahun Hanifa yang ke-12. Wuih, ternyata anakku sudah mulai beranjak remaja. Tak terasa begitu cepat waktu berlalu. Masih jelas terbayang di benak bunda, saat kamu lahir. Bunda sempat cemas karena waktu yang diperkirakan untuk kelahirannmu sudah terlewati. Hari demi hari bunda menunggu kehadiranmu di dunia, tapi rupanya kamu masih betah berada di dalam sana. Mungkin lebih nyaman kali ya.... Rupanya kamu lebih memilih untuk hadir di tengah-tengah kami saat ayah sudah ada di sisi bunda. Ya, saat itu ayah memang berada nun jauh di ujung timur Pulau Jawa ini, karena memang tugas ayah yang mengharuskan beliau berada di sana. Demi dirimu (dan bunda tentunya...) dengan penuh perjuangan, ayah berusaha untuk menemui kita. Padahal saat itu suasana lebaran masih terasa. Tahu sendirilah budaya kita di sini, lebaran adalah saatnya orang-orang bermudik ria. Untunglah dengan pertolongan Allah, ayah bisa mendapatkan tiket pulang lewat seorang famili dari teman ayah di sana.
13 Februari 2009
SYUKUR
Syukur, kata yang begitu mudah untuk diucapkan tapi seringkali terlupakan untuk dilakukan. Ya, kata singkat itu menjadi satu hal yang sangat sering kita dengar bahkan mungkin sering terlontar dari mulut kita, tapi sesering itu pulakah kita laksanakan? Begitu pun juga diriku.Begitu banyak yang sudah kuperoleh, begitu banyak yang sudah kunikmati tapi tak sebanding dengan apa yang kulakukan untuk merealisasikan wujud 'syukur' itu.
Mungkin sudah menjadi sifat manusia pada umumnya, di saat susah Allah begitu dekat, begitu didamba, tapi apa yang terjadi ketika sebentuk kebahagian dan kesenangan kita dapatkan? Terlena dan lupa, mungkin itu yang kemudian terjadi. Kita lupa pada Yang Memberi kenikmatan, kita lupa pada Yang Memberi kebahagian. Bahkan mungkin dengan angkuhnya kita berkata, "Apa yang kudapat adalah karena aku bekerja keras, karena aku bersungguh-sungguh dengan tekadku. Jadi wajar 'kan aku mendapatkan semua ini?"
Sungguh, tak sekejap pun Dia lalai mengatur semuanya. Tak sekejap pun Dia berhenti melimpahkan kasih sayangnya. Tak ada sesuatu pun dapat terjadi tanpa kehendak-Nya. Tak pula ada sesuatu yang dapat kita peroleh tanpa ijin-Nya. Jadi "nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?"
Semoga kita dapat senantiasa menyadari bahwa di setiap nafas & langkah kita, Allah selalu ada dan mengetahui apapun adanya kita , karena sesungguhnya Dia-lah yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui atas segalanya.
"Ya Allah berilah hamba kemampuan untuk dapat mensyukuri nikmat yang Engkau berikan dan nikmat yang Engkau berikan kepada kedua orangtuaku, dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang shalih" Amin....
Mungkin sudah menjadi sifat manusia pada umumnya, di saat susah Allah begitu dekat, begitu didamba, tapi apa yang terjadi ketika sebentuk kebahagian dan kesenangan kita dapatkan? Terlena dan lupa, mungkin itu yang kemudian terjadi. Kita lupa pada Yang Memberi kenikmatan, kita lupa pada Yang Memberi kebahagian. Bahkan mungkin dengan angkuhnya kita berkata, "Apa yang kudapat adalah karena aku bekerja keras, karena aku bersungguh-sungguh dengan tekadku. Jadi wajar 'kan aku mendapatkan semua ini?"
Sungguh, tak sekejap pun Dia lalai mengatur semuanya. Tak sekejap pun Dia berhenti melimpahkan kasih sayangnya. Tak ada sesuatu pun dapat terjadi tanpa kehendak-Nya. Tak pula ada sesuatu yang dapat kita peroleh tanpa ijin-Nya. Jadi "nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan?"
Semoga kita dapat senantiasa menyadari bahwa di setiap nafas & langkah kita, Allah selalu ada dan mengetahui apapun adanya kita , karena sesungguhnya Dia-lah yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui atas segalanya.
"Ya Allah berilah hamba kemampuan untuk dapat mensyukuri nikmat yang Engkau berikan dan nikmat yang Engkau berikan kepada kedua orangtuaku, dan masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang shalih" Amin....
Langganan:
Postingan (Atom)