17 Februari 2009

Aya-aya wae....

Ini hanyalah obrolan santai, cerita-ceritaan aja biar nggak mbosenin. Maklumlah hidup sekarang sudah susah, apa-apa perlu perjuangan, jadi iseng-iseng aja nih....

Cerita 1
Ada sebuah kantor yang dipenuhi oleh anggota yang berasal dari berbagai suku di Indonesia. Ya, di kantor tersebut memang tempat berkumpulnya komunitas pengelana, pelancong, pengembara atau apalah namanya. Yang pasti mereka ada di situ salah satunya karena tuntutan hidup alias cari nafkahlah....
Suatu saat, atas nama kemajuan teknologi biar nggak dianggap kantor yang menganut aliran jadul, sang pemimpin membuat terobosan baru dengan memberlakukan absensi pegawainya dengan menggunakan mesin. Katanya sih nama kerennya mah hand's key. Mungkin sang pemimpin sudah muyek untuk mendisiplinkan pegawai yang suka pada ngeluyur, kadang-kadang jadi bangsawan (bangsane teko awan) atau yang suka pura-pura lupa absen pulang (karena sudah terlanjur ngibrit duluan..)




Sebelum mesin keramat itu digunakan, sang pemimpin mengumpulkan prajuritnya untuk diberi pengarahan, bagaimana cara kerja mesin tersebut dan masing-masing pegawainya diminta untuk langsung mempraktekkannya karena sang pemimpin tahu seperti apa orang-orang yang dihadapinya. Itung-itung buat nularin ilmu biar anak buahnya pada melek kagak pada gaptek. Sang pemimpin dengan gayanya yang penuh wibawa, menerangkan aturan main penggunaan mesin tersebut. Dengan detail dan penuh kesabaran dia terangkan satu persatu, tentunya dengan harapan anak buahnya dapat cepat paham apa yang dibicarakannya. Ada yang manggut-manggut, ada yang melotot, ada yang bingung, ada yang cuek, bahkan seperti biasa, yang bolak balik nguap juga ada.
Tibalah saatnya satu persatu anak buahnya dipanggil untuk mencoba menggunakan mesin tersebut. Setiap orang yang maju diberikan pengarahan lagi secara langsung, sampai mulut sang pemimpin kering kerontang karena ngomong terus dan tidak setetes pun air yang menyiram mulutnya. Salah satu anak buahnya yang berasal dari tanah sunda (salah satu temannya Kang Kabayan tuh...) dipanggil maju. Ternyata teman Kang Kabayan ini termasuk golongan orang-orang yang dari tadi bolak balik nguap. Ketika dia mendengar namanya dipanggil, serta merta dia berdiri dan dengan gagah berani maju mendekati sang mesin absen. Berdirilah dia dengan tegap. Seperti juga kepada yang lainnya, sang pemimpin menginstruksikan tahapan yang harus dilaksanakan. Dengan logat bataknya yang khas agak-agak parau dia berkata, "Coba kau masukkan nomor yang tadi sudah kuberikan. Itu namanya kode PIN." Teman kang Kabayan menoleh ke daftar dan dia masukkan nomor urut yang namanya PIN itu. Lanjutnya, "Sudah kau pencet itu tombol? Selanjutnya letakkan tanganmu!" Teman Kang Kabayan agak bingung, lagaknya orang bingung ya garuk-garuk kepala dikit... Sang pemimpin mulai gak sabar, " Apa lagi yang kau tunggu? Cepat letakkan tanganmu!"
Akhirnya tanpa ragu, teman Kang Kabayan membuka kepalan tanggannya dan mulailah dia menjilat tangannya. Gantian sang pemimpin yang bingung, "Hei, apa pula kau ini. Kubilang letakkan tanganmu di situ, kau malah menjilat tanganmu."
Dengan polos dan masih rada bingung teman Kang Kabayan berkata, " Eh ari si bapa pan tadi cenah disuruh letakkan tangan, dua kali bapa bilangnya juga. Sudah saya letakin eh bapa malah marah. Lieur nih si bapa mah..."
Apa anda ikut lieur? Nih jawabannya, dalam bahasa sunda letak itu artinya jilat, jadi letakkan artinya jilatin! begitcu...

2 komentar:

gue mengatakan...

he..he.. lucu pisan
aya-aya wae

Damar Who Land mengatakan...

ha ha ha ha ha ha ....
ini mesin hand key memang penuh kontroversi ya mbak ... di samarinda aja sudah makan banyak korban, salah satunya adalah saya ...
ha ha ha ... ceritana keren pisan teh ...
ditunggu deh cerita cerita selanjutnya ...